Ada seorang mantan ADK seniorku di Semarang dulu yg mengatakan bahwa seorang kader dakwah benar-benar dapat dikatakan kader jika ia sudah tidak ada di lingkungan kampus paling tidak selama 2 tahun. Jelas saja, kampus itu kan memang zona aman untuk para aktivis. Khilaf sedikit, sudah ada yang menegur dan memberi taujih yang panjang-panjang. Dengan demikian Syaitan pun menjadi agak kekurangan celah untuk masuk dan mempengaruhi aktivitas para ADK tersebut.
Lain halnya ketika kita sudah masuk dunia heterogen setelah tidak beraktifitas di kampus lagi. Banyak hal-hal yang dianggap salah semasa masih berada di zona aman dahulu yang lantas menjadi batas ambang kewajaran yang harus bisa ditoleransi di sini. Sebetulnya itu tidak menjadi masalah yang berarti tatkala saat melakukan 'kewajaran' tersebut hati kita masih merasa tidak enak atau ketidaknyamanan yang berarti. Namun, ini menjadi masalah manakala hati kita justru larut dan menikmati hal-hal salah yang masih dianggap wajar itu. Di situlah corong utama pintu masuknya syaitan yang nantinya dapat mempengaruhi konsistensi kita dalam mempertahankan status aktifis dakwah yang kita sandang.
Nah, saat hal ini sudah benar-benar terimplementasikan dengan kuat dalam keseharian kita, wajar saja jika kita semakin hari semakin berlaku minus dan meninggalkan nilai-nilai kepahaman kita akan adab-adab yang sesungguhnya. Lantas, di mana hasil tarbiyah kita selama beberapa tahun belakangan ini? Menjadi produktif pun tidak, menjadi permisif iya... Masya ALLAH!!
Ikhwah Fillah...
Berapa banyak militansi yang telah kita gadaikan hanya untuk membaur dan diterima oleh lingkungan sekitar kita? Berapa ayatNya yang telah kita lewati hingga kita dapat mewajarkan semua ini? Berapa banyak kewajaran yang kini justru kita klaim sebagai suatu kebiasaan?
Sekali lagi..
Dakwah memang memaksa kita untuk membaur di dalamnya..
Dakwah memang mengharuskan kita untuk lekat dengan obyeknya..
Dakwah memang mengkhususkan kita untuk mencintai proses di dalamnya..
Namun,
Dakwah itu juga membutuhkan amunisi ruh sebagai mesinnya
Dakwah itu juga memerlukan tadhiyah sebagai jaminannya, dan
Dakwah itu juga berjalan bersama militansi jundinya..
Allahu'alam bishowab
Apapun yang telah terjadi pada masa lalu kita bukanlah alasan untuk menjadi lemah dan sarat akan ketidakmampuan. Karena yang terpenting pada hidup ini adalah seberapa besar kita mampu mengalirkan energi positif dalam mencintai apa yang telah Dia berikan untuk kemudian melejitkannya menjadi sesuatu yang mampu kita hasilkan dari hidup....
Friday, September 11, 2009
Wednesday, September 9, 2009
Beginikah Manusia Modern Memaknai Hidupnya...?
Rabbi, hari ini adalah ujian lanjutan bagiku untuk terus berada dalam lingkaran pengabdian pada instansi pemerintah ini. Bagaimana tidak, ada saja keluhan dan kalimat2 sinis yang terlontar dari lisan rekan2 sekantor akibat ketidakadilan atasan. Kalau dilihat dari nada dan ekspresi mereka saat mengucapkan luapan demi luapan emosi itu, rasa-rasanya hati mereka sudah terbakar habis oleh rasa iri dan dengkinya. Pada awalnya memang tidak menjadi masalah untukku karna alhamdulillaah... aku sama sekali tidak merasa dirugikan oleh ketidakadilan atasanku tersebut. Namun, semakin lama tiba2 aku merasa ada tekanan lain di dalam batinku. Miris...
Dunia dengan segala kemilaunya telah membutakan manusia2 pemujanya hingga mata hatinya pun tak lagi sehat dalam menatap hidup di depannya. Semua kesuksesan dan keberhasilan dalam hidup ini sudah berhasil dinominalkan. Dengan demikian, tak akan ada lagi apresiasi dan ketakjuban lain dalam bentuk selain rupiah. Sungguh mengenaskan!
Sesungguhnya apa yang dewasa ini telah terjadi (menurut Saya) adalah akibat dari pola didik yang salah. Pola didik bangsa kita sudah terlanjur memaknai suatu keberhasilan dengan materi semata. Kita lihat contoh mayoritas orang dalam mengapresiasi pencapaian sesamanya. Hampir semuanya berhenti pada tahap nominal. Mungkin memang ada yang lebih dari itu. Tapi tidak banyak. Maka menjadi wajar saja jika seorang anak yang naik kelas atau mendapat ranking meminta untuk dibelikan ini itu sebagai hadiahnya. Saya tidak mengatakan ini salah. Jelas tidak. Hanya saja, hal2 kecil dan sederhana seperti ini pun dapat berperan untuk mengukur kesuksesan hidup Sang anak selanjutnya. Dan jika kejadian dan kebiasaan ini terus berulang, maka tatkala kegagalan datang, mungkin akan menimbulkan umpatan2 karna apresiasi nominal tidak dapat dicapai. Kurang lebih seperti itu.
Lantas, akankah kebiasaan ini kan terus menganakcucu pada keturunan kita selanjutnya??
Wahai manusia, tidakkah kau berfikir bahwa apa yang kalian perebutkan tak ubahnya layak pisang2 menguning dan matang bagi sekumpulan kera? Semua hanya dapat menghilangkan lapar dahagamu namun tidak dapat melapangkan kuburmu. Dan proses itu tak akan usai karena memang maumu tak akan ada habisnya. Berhentilah untuk menominalkan dirimu secara berlebihan. Karena memang kau lebih berharga daripada lembaran2 rupiah yang kau targetkan dalam hidupmu itu.
Belajarlah dari manusia2 malam yg pandai menjaga keikhlasan mereka dengan sempurna. Mereka tidak pernah mendapat apresiasi di tengah malam. Namun hasil kerja mereka sangat layak untuk mendapat ganjaran yang lebih. Berkat mereka jalan2 protokol menjadi bersih dan bebas sampah. Sehingga kita pun akan nyaman melintas. Karena mungkin mereka tidak terbiasa dengan apresiasi manusia yang berhenti pada tahap nominal. Dan mungkin itu pulalah yang menjadi alasan mengapa keikhlasan hatinya tidak terkotori oleh nafsu2 durjana...
Allahu'alam bishowab.
Dunia dengan segala kemilaunya telah membutakan manusia2 pemujanya hingga mata hatinya pun tak lagi sehat dalam menatap hidup di depannya. Semua kesuksesan dan keberhasilan dalam hidup ini sudah berhasil dinominalkan. Dengan demikian, tak akan ada lagi apresiasi dan ketakjuban lain dalam bentuk selain rupiah. Sungguh mengenaskan!
Sesungguhnya apa yang dewasa ini telah terjadi (menurut Saya) adalah akibat dari pola didik yang salah. Pola didik bangsa kita sudah terlanjur memaknai suatu keberhasilan dengan materi semata. Kita lihat contoh mayoritas orang dalam mengapresiasi pencapaian sesamanya. Hampir semuanya berhenti pada tahap nominal. Mungkin memang ada yang lebih dari itu. Tapi tidak banyak. Maka menjadi wajar saja jika seorang anak yang naik kelas atau mendapat ranking meminta untuk dibelikan ini itu sebagai hadiahnya. Saya tidak mengatakan ini salah. Jelas tidak. Hanya saja, hal2 kecil dan sederhana seperti ini pun dapat berperan untuk mengukur kesuksesan hidup Sang anak selanjutnya. Dan jika kejadian dan kebiasaan ini terus berulang, maka tatkala kegagalan datang, mungkin akan menimbulkan umpatan2 karna apresiasi nominal tidak dapat dicapai. Kurang lebih seperti itu.
Lantas, akankah kebiasaan ini kan terus menganakcucu pada keturunan kita selanjutnya??
Wahai manusia, tidakkah kau berfikir bahwa apa yang kalian perebutkan tak ubahnya layak pisang2 menguning dan matang bagi sekumpulan kera? Semua hanya dapat menghilangkan lapar dahagamu namun tidak dapat melapangkan kuburmu. Dan proses itu tak akan usai karena memang maumu tak akan ada habisnya. Berhentilah untuk menominalkan dirimu secara berlebihan. Karena memang kau lebih berharga daripada lembaran2 rupiah yang kau targetkan dalam hidupmu itu.
Belajarlah dari manusia2 malam yg pandai menjaga keikhlasan mereka dengan sempurna. Mereka tidak pernah mendapat apresiasi di tengah malam. Namun hasil kerja mereka sangat layak untuk mendapat ganjaran yang lebih. Berkat mereka jalan2 protokol menjadi bersih dan bebas sampah. Sehingga kita pun akan nyaman melintas. Karena mungkin mereka tidak terbiasa dengan apresiasi manusia yang berhenti pada tahap nominal. Dan mungkin itu pulalah yang menjadi alasan mengapa keikhlasan hatinya tidak terkotori oleh nafsu2 durjana...
Allahu'alam bishowab.
Tuesday, September 8, 2009
Beginilah Jalan Dakwah mengajarkan Kami...
Beginilah jalan dakwah mengajarkan Kami
Untuk tidak mudah patah dalam setiap kegagalan
dan tidak begitu saja menyerah pada keadaan
Karna dakwah tidak pernah melahirkan seorang pecundang
Hanya ada dua jalan yang sama-sama menang
'isy kariiman aumut syahiidan..
Beginilah jalan dakwah mengajarkan kami
Untuk tetap setia dan loyal pada setiap amanah yang dititipkan
Keluh dan kesah bukanlah aral untuk mencium aroma perjuangan
Karena azzam telah mengikat diri pada kesucian niatan
Untuk bertakbir penuh kemenangan pada saatnya datang
Beginilah jalan dakwah mengajarkan kami
Untuk tidak mudah membagi cinta selain untuk Tuhan
Meski racun dunia telah menebar kesesatan
Dan terus mencoba mengunci hati dari kebenaran
Saudaraku, adakalanya kita merasa lelah dan ingin berhenti. Adakalanya pula kita merasa jenuh dan merasa tak berguna lagi. Namun, apalah yg dakwah minta dari kita? Tidak ada!
Karena sampai kapanpun dakwah tidak pernah membutuhkan kita. Dakwah tidak pernah merindukan kita manakala kita memutuskan untuk rehat terlalu lama. Dakwah pun masih akan terus berjalan tanpa kesertaan kita dalam barisannya.
Namun... apa jadinya kita tanpa dakwah? Layaknya seonggok daging hidup yang kehilangan orientasi nyata bukan? Jika tidak ridhoNYA, apa lantas yg kita targetkan? Hartakah.. Kekuasaankah.. atau wanita?
Jika kini kau sedang bersemangat untuk terus berada di dalam barisannya, lihatlah sekelilingmu. Mungkin saja sedang ada seorang partnermu yg hampir jatuh dan tersingkir dari barisan mulia ini. Ulurkanlah tanganmu dan tariklah ia untuk masuk kembali dalam shaf di belakangmu. Namun, jika kau kini justru hampir terjatuh dan keluar track, maka ulurkanlah pula tanganmu untuk menggapai saudaramu yang masih berbaris rapi dalam shaf indah itu.
Beginilah jalan dakwah mengajarkan kami..
Untuk saling menjaga dari ketertinggalan dalam shaf mulia ini.
Allahu'alam bishowab.
Untuk tidak mudah patah dalam setiap kegagalan
dan tidak begitu saja menyerah pada keadaan
Karna dakwah tidak pernah melahirkan seorang pecundang
Hanya ada dua jalan yang sama-sama menang
'isy kariiman aumut syahiidan..
Beginilah jalan dakwah mengajarkan kami
Untuk tetap setia dan loyal pada setiap amanah yang dititipkan
Keluh dan kesah bukanlah aral untuk mencium aroma perjuangan
Karena azzam telah mengikat diri pada kesucian niatan
Untuk bertakbir penuh kemenangan pada saatnya datang
Beginilah jalan dakwah mengajarkan kami
Untuk tidak mudah membagi cinta selain untuk Tuhan
Meski racun dunia telah menebar kesesatan
Dan terus mencoba mengunci hati dari kebenaran
Saudaraku, adakalanya kita merasa lelah dan ingin berhenti. Adakalanya pula kita merasa jenuh dan merasa tak berguna lagi. Namun, apalah yg dakwah minta dari kita? Tidak ada!
Karena sampai kapanpun dakwah tidak pernah membutuhkan kita. Dakwah tidak pernah merindukan kita manakala kita memutuskan untuk rehat terlalu lama. Dakwah pun masih akan terus berjalan tanpa kesertaan kita dalam barisannya.
Namun... apa jadinya kita tanpa dakwah? Layaknya seonggok daging hidup yang kehilangan orientasi nyata bukan? Jika tidak ridhoNYA, apa lantas yg kita targetkan? Hartakah.. Kekuasaankah.. atau wanita?
Jika kini kau sedang bersemangat untuk terus berada di dalam barisannya, lihatlah sekelilingmu. Mungkin saja sedang ada seorang partnermu yg hampir jatuh dan tersingkir dari barisan mulia ini. Ulurkanlah tanganmu dan tariklah ia untuk masuk kembali dalam shaf di belakangmu. Namun, jika kau kini justru hampir terjatuh dan keluar track, maka ulurkanlah pula tanganmu untuk menggapai saudaramu yang masih berbaris rapi dalam shaf indah itu.
Beginilah jalan dakwah mengajarkan kami..
Untuk saling menjaga dari ketertinggalan dalam shaf mulia ini.
Allahu'alam bishowab.
Mungkin Aku akan Mati Esok..
Ramadhan 1430 H Great Sale!!
Niatnya memang harus memborong semua pahala yg Allah siapkan untuk modalku terbang ke akhirat. Niatnya juga ingin menjadi alumni Ramadhan yg berhasil. Lulus dengan predikat cumlaude dan menjadi wisudawan terbaik dari institute Ramadhan kali ini. Mungkin ga yaaaa....??
Mungkin saja. dan sangat mungkin jika kita sadar bahwa kita akan mati segera. Karna dengan begitu kita akan menyiapkan Ramadhan kali ini sebagai moment terindah dalam hdup kita. Mungkin dg target mengkhatamkan Al Qur'an lebih dari 3 kali, menamatkan lebh dari 5 judul buku. Muroja'ah juz 29-30 (yg ini paling susah ya..;p). Tambah hafalan Qur'an sekian surat, atau menambah koleksi ingatan tentang hadist Arba'in atau Riyadus Sholihin, dan sebagainya. Namanya juga org mau mati.. pasti ia akan mendandani dirinya dg amal sebelum bertemu Rabbnya.
Sayangnya, kebanyakan dari kita belum mau mati dan belum mau berfikir tentang kematian. Ntah karna saking sombongnya atau memang karna kebanyakan mikirin kerjaan sampai2 lupa sama mati. Cukup mengkhawatirkan. Padahal peringatan2 akan datangnya kematian sudah rutin Allah sampaikan kpd kita. Dan manusia zaman sekarang (mgkn termasuk saya jg) mudah lupa sama yg beginian. Karna sudah lupa sama mati, maka persiapan utk mempercantik dir dg amalan2 surga pun menjadi prioritas kesekian. itu juga kalo masih masuk daftar prioritas.kalo ngga ya.. biasanya ambil gampangnya aja.
Belum terlambat utk sadar. Allah begitu baik pada kita dengan menyediakan Ramadhan kurang lebih selama 30 hari dalam setiap tahunnya. Seandainya Ramadhan datang setiap 5 tahunan (lho? kaya pemilu ya..), mungkin tlampau banyak dosa2 yg harus kita tebus. dan belum tentu kuat nebusnya juga. jadi buruklah dr kita dengan noktah2 kekhilafan di sana-sini. Jika setitik khilaf diibaratkan dgn noda hitam.. wah.. mungkin tubuh kita sudah dominan berwarna hitam daripada warna aslinya. Dan kita pun menjadi enggan melihat tampilan kita penuh noda seperti itu. Lagi2 karna kasih sayang Allahlah yang masih menutupi aib2 dan dosa2 tersembunyi kita sehingga tampilan kita yg penuh dosa ini tak berbeda dg org2 yg khusyuk beribadah kepadaNYA. Luar biasa bukan?
Alangkah baiknya jika kita mulai men-schedulle Ramadhan kita. Belum tentu kita bisa masuk dan menikmati tanggal 1 Ramadhan kali ini. Atau belum tentu kita bisa menamatkan Ramadhan hingga usai. Kematian adalah suatu keniscayaan yg hadirnya begitu mengejutkan tanpa aba2 pendahuluan. Oleh karnanya, kita harus siap selalu menyosongsong kedatangannya. Mulai mendandani diri dg amalan2 yg dicintainya.. Mulai meninggikan monumen kebaikan dg amalan2 unggulan kita.. dan mulai membersihkan setiap noktah yg melekat dan mengotori nafsi2 kita.
Allahu'alam bishowab.
Ramadhan ini,,, Saya mohon maaf atas segala kekhilafan, baik yg saya sengaja ataupun tidak sengaja. Baik lisan, tulisan, ataupun tingkah laku. Baik yg termaafkan ataupun tidak...(harus dimaafkan!!).. Saya mohon diikhlaskan. Keikhlasan hati teman2 akan melepaskan satu jeratan yg mengikat kaki2 Saya menuju jannahNya. Mari kita berfastabiqul khoirot dalam mentarbiyah diri di bulan suci yg sangat kita nanti2kan kedatangannya. Smoga Ramadhan ini berkah utk kita semua. Selamat berbelanja di great sale Ramadhan 1430 H! Tukarkan setiap kupon undian yg anda dapatkan tuk mendapatkan hadiah utama malam lailatul qadr..:D
*****************************************
mohon maaf jka diksinya kurang tepat..:)
*****************************************
Niatnya memang harus memborong semua pahala yg Allah siapkan untuk modalku terbang ke akhirat. Niatnya juga ingin menjadi alumni Ramadhan yg berhasil. Lulus dengan predikat cumlaude dan menjadi wisudawan terbaik dari institute Ramadhan kali ini. Mungkin ga yaaaa....??
Mungkin saja. dan sangat mungkin jika kita sadar bahwa kita akan mati segera. Karna dengan begitu kita akan menyiapkan Ramadhan kali ini sebagai moment terindah dalam hdup kita. Mungkin dg target mengkhatamkan Al Qur'an lebih dari 3 kali, menamatkan lebh dari 5 judul buku. Muroja'ah juz 29-30 (yg ini paling susah ya..;p). Tambah hafalan Qur'an sekian surat, atau menambah koleksi ingatan tentang hadist Arba'in atau Riyadus Sholihin, dan sebagainya. Namanya juga org mau mati.. pasti ia akan mendandani dirinya dg amal sebelum bertemu Rabbnya.
Sayangnya, kebanyakan dari kita belum mau mati dan belum mau berfikir tentang kematian. Ntah karna saking sombongnya atau memang karna kebanyakan mikirin kerjaan sampai2 lupa sama mati. Cukup mengkhawatirkan. Padahal peringatan2 akan datangnya kematian sudah rutin Allah sampaikan kpd kita. Dan manusia zaman sekarang (mgkn termasuk saya jg) mudah lupa sama yg beginian. Karna sudah lupa sama mati, maka persiapan utk mempercantik dir dg amalan2 surga pun menjadi prioritas kesekian. itu juga kalo masih masuk daftar prioritas.kalo ngga ya.. biasanya ambil gampangnya aja.
Belum terlambat utk sadar. Allah begitu baik pada kita dengan menyediakan Ramadhan kurang lebih selama 30 hari dalam setiap tahunnya. Seandainya Ramadhan datang setiap 5 tahunan (lho? kaya pemilu ya..), mungkin tlampau banyak dosa2 yg harus kita tebus. dan belum tentu kuat nebusnya juga. jadi buruklah dr kita dengan noktah2 kekhilafan di sana-sini. Jika setitik khilaf diibaratkan dgn noda hitam.. wah.. mungkin tubuh kita sudah dominan berwarna hitam daripada warna aslinya. Dan kita pun menjadi enggan melihat tampilan kita penuh noda seperti itu. Lagi2 karna kasih sayang Allahlah yang masih menutupi aib2 dan dosa2 tersembunyi kita sehingga tampilan kita yg penuh dosa ini tak berbeda dg org2 yg khusyuk beribadah kepadaNYA. Luar biasa bukan?
Alangkah baiknya jika kita mulai men-schedulle Ramadhan kita. Belum tentu kita bisa masuk dan menikmati tanggal 1 Ramadhan kali ini. Atau belum tentu kita bisa menamatkan Ramadhan hingga usai. Kematian adalah suatu keniscayaan yg hadirnya begitu mengejutkan tanpa aba2 pendahuluan. Oleh karnanya, kita harus siap selalu menyosongsong kedatangannya. Mulai mendandani diri dg amalan2 yg dicintainya.. Mulai meninggikan monumen kebaikan dg amalan2 unggulan kita.. dan mulai membersihkan setiap noktah yg melekat dan mengotori nafsi2 kita.
Allahu'alam bishowab.
Ramadhan ini,,, Saya mohon maaf atas segala kekhilafan, baik yg saya sengaja ataupun tidak sengaja. Baik lisan, tulisan, ataupun tingkah laku. Baik yg termaafkan ataupun tidak...(harus dimaafkan!!).. Saya mohon diikhlaskan. Keikhlasan hati teman2 akan melepaskan satu jeratan yg mengikat kaki2 Saya menuju jannahNya. Mari kita berfastabiqul khoirot dalam mentarbiyah diri di bulan suci yg sangat kita nanti2kan kedatangannya. Smoga Ramadhan ini berkah utk kita semua. Selamat berbelanja di great sale Ramadhan 1430 H! Tukarkan setiap kupon undian yg anda dapatkan tuk mendapatkan hadiah utama malam lailatul qadr..:D
*****************************************
mohon maaf jka diksinya kurang tepat..:)
*****************************************
siapa takut jatuh cinta..
Membaca judulnya dah bisa dibayangkan kan kalimat apa yg selanjutnya akan saya tulis?
saya menulis (lagi2) dg kata cinta bukannya karna saya lagi jatuh cinta.. tapi ini esp buat tmn2 yg lagi kena wabah 'merah jambu' yg belakangan semakin menjamur. kalo org jawa bilangnya witing tresno jalaran soko kulino. tapi kalo zaman skrg lebih canggih. cinta bisa datang hanya dalam waktu sekejap. first sight atau apalah namanya. pokoknya saat ada 'dia' terasa ada desir hangat dalam hati.. hm.. sebegitunyakah?
Cinta adalah fitrah kita sebagai manusia. Kita pun lahir dan tumbuh karena cinta. Kita menjadi ada seperti sekarang pun tak lepas dari apa yg namanya cinta. Luar biasa bukan?
Banyak manusia di muka bumi ini yg sgt mengagungkan cinta, bahkan sampai mndewakannya. tak bisa hidup tanpanya, rela mati karnanya... Namun sgt sedikit skali org yg bisa memanajemen cintanya. Org spt ini biasanya lebih muda dikendalikan oleh nafsunya drpd mengendalikannya. Mudah mengumbar kata cinta utk sejenak kemudian menyatakan tdk mencintainya lagi. Padahal, menurut Saya pribadi (mhn maaf bila ada yg tdk berkenan), cinta adalah perkara hati yg sgt sulit (utk) dilisankan. bukan spt bualan yg amat mudah diumbar sana-sini. Kagum sdkt lgsg bilang cinta, tertarik dikit lgsg tembak, hhh... ternyata nilai cinta itu sdh sdemikian dimarjinalkan.
Dalam keseharian kita, kedudukan cinta amatlah penting. Tahapan pertama, adalah bagaimana kita bisa mencintai apa yg kita lakukan. Yg namanya cinta, pasti ada ketulusan di sana. Sudah sepantasnya tdk ada keluhan lagi terlontar dari mulut kita saat kita sudah mencintai aktivitas harian kita dg sepenuh hati. Syuro' ba'da subuh adalah sesuatu yg sempat menjadi 'cinta' Saya sewaktu masih ADK dulu (hehe.. afwan meski srg telat juga). Atau tatsqif rutin setiap Selasa dan Jum'at pagi yg selalu Saya rindukan (sampai sekarang). Semua ada guratan2nya dalam setiap relung2 kehidupan ini. Semua cinta dari MR, teman2, binaan2.. yg telah membuat Saya hidup dalam diorama cinta yg (semoga) kisahnya tak kan pernah putus.
Tahapan selanjutnya, kita harus mampu menempatkan cinta kita dalam koridor yg tepat. Saya sering diajarkan oleh senior2 Saya dahulu, bahwa dalam dakwah kita perlu menyertakan cinta di dalamnya. Pada awalnya Saya sgt mengilhami makna cinta dalam dakwah yg beliau2 maksudkan. Saya berusaha mencintai amanah2 & Objek dakwah Saya dg sepenuh hati. Tapi, semakin lama.. Saya merasa ada penyalahartian dalam makna 'cinta dalam dakwah' menjadi 'cinta di antara aktivis dakwah' ya? Hm.. tapi utk yg ini Saya tdk akan panjang berkomentar.. Silahkan dilanjutkan sendiri.
Buat Saya, cinta ibarat bunga. Utk dapat tumbuh subur, bunga butuh media tanam yg baik. Akan lebih baik lagi jika kita memiliki pot yg cantik agar bunga itu semakin tampak keindahannya. Media tanam utk cinta bisa kita dapatkan dari kondisi hati yg tdk gersang & tandus dalam memahami makna cinta yg seharusnya. Dan pot itu adalah wadah cinta itu sendiri agar dapat tumbuh dg indah..
Bisa dibandingkan.. jika sedari awal kita sudah memiliki 'pot cantik' itu dalam jalinan pernikahan yg berbalut ridhoNYA. Kita pun sudah mentarbiyah hati2 kita dg amalan2 hati sehingga ia pun layaknya tanah subur yg menyuburkan. Maka, bunga2 cinta itu pun akan tumbuh dengan sendirinya dan sangat indahnya..
daripada.. kita sudah memiliki bunga itu dan kemudian baru menanamnya di hati yg mungkin sdh tidak subur lagi (karna sudah kotor sebelumnya). diletakkan pula di pot yg belum tentu indah ( karna ALLAH belum tentu ridho dg caraNYA). Pilih mana?
Subhanallah.. ALLAH menganugrahkan 2 jalan kepada kita utk cinta ini.. atau mungkin ada jalan yg ketiga? :)
(esp 4 someone.. tx 2 inspiring me..)
saya menulis (lagi2) dg kata cinta bukannya karna saya lagi jatuh cinta.. tapi ini esp buat tmn2 yg lagi kena wabah 'merah jambu' yg belakangan semakin menjamur. kalo org jawa bilangnya witing tresno jalaran soko kulino. tapi kalo zaman skrg lebih canggih. cinta bisa datang hanya dalam waktu sekejap. first sight atau apalah namanya. pokoknya saat ada 'dia' terasa ada desir hangat dalam hati.. hm.. sebegitunyakah?
Cinta adalah fitrah kita sebagai manusia. Kita pun lahir dan tumbuh karena cinta. Kita menjadi ada seperti sekarang pun tak lepas dari apa yg namanya cinta. Luar biasa bukan?
Banyak manusia di muka bumi ini yg sgt mengagungkan cinta, bahkan sampai mndewakannya. tak bisa hidup tanpanya, rela mati karnanya... Namun sgt sedikit skali org yg bisa memanajemen cintanya. Org spt ini biasanya lebih muda dikendalikan oleh nafsunya drpd mengendalikannya. Mudah mengumbar kata cinta utk sejenak kemudian menyatakan tdk mencintainya lagi. Padahal, menurut Saya pribadi (mhn maaf bila ada yg tdk berkenan), cinta adalah perkara hati yg sgt sulit (utk) dilisankan. bukan spt bualan yg amat mudah diumbar sana-sini. Kagum sdkt lgsg bilang cinta, tertarik dikit lgsg tembak, hhh... ternyata nilai cinta itu sdh sdemikian dimarjinalkan.
Dalam keseharian kita, kedudukan cinta amatlah penting. Tahapan pertama, adalah bagaimana kita bisa mencintai apa yg kita lakukan. Yg namanya cinta, pasti ada ketulusan di sana. Sudah sepantasnya tdk ada keluhan lagi terlontar dari mulut kita saat kita sudah mencintai aktivitas harian kita dg sepenuh hati. Syuro' ba'da subuh adalah sesuatu yg sempat menjadi 'cinta' Saya sewaktu masih ADK dulu (hehe.. afwan meski srg telat juga). Atau tatsqif rutin setiap Selasa dan Jum'at pagi yg selalu Saya rindukan (sampai sekarang). Semua ada guratan2nya dalam setiap relung2 kehidupan ini. Semua cinta dari MR, teman2, binaan2.. yg telah membuat Saya hidup dalam diorama cinta yg (semoga) kisahnya tak kan pernah putus.
Tahapan selanjutnya, kita harus mampu menempatkan cinta kita dalam koridor yg tepat. Saya sering diajarkan oleh senior2 Saya dahulu, bahwa dalam dakwah kita perlu menyertakan cinta di dalamnya. Pada awalnya Saya sgt mengilhami makna cinta dalam dakwah yg beliau2 maksudkan. Saya berusaha mencintai amanah2 & Objek dakwah Saya dg sepenuh hati. Tapi, semakin lama.. Saya merasa ada penyalahartian dalam makna 'cinta dalam dakwah' menjadi 'cinta di antara aktivis dakwah' ya? Hm.. tapi utk yg ini Saya tdk akan panjang berkomentar.. Silahkan dilanjutkan sendiri.
Buat Saya, cinta ibarat bunga. Utk dapat tumbuh subur, bunga butuh media tanam yg baik. Akan lebih baik lagi jika kita memiliki pot yg cantik agar bunga itu semakin tampak keindahannya. Media tanam utk cinta bisa kita dapatkan dari kondisi hati yg tdk gersang & tandus dalam memahami makna cinta yg seharusnya. Dan pot itu adalah wadah cinta itu sendiri agar dapat tumbuh dg indah..
Bisa dibandingkan.. jika sedari awal kita sudah memiliki 'pot cantik' itu dalam jalinan pernikahan yg berbalut ridhoNYA. Kita pun sudah mentarbiyah hati2 kita dg amalan2 hati sehingga ia pun layaknya tanah subur yg menyuburkan. Maka, bunga2 cinta itu pun akan tumbuh dengan sendirinya dan sangat indahnya..
daripada.. kita sudah memiliki bunga itu dan kemudian baru menanamnya di hati yg mungkin sdh tidak subur lagi (karna sudah kotor sebelumnya). diletakkan pula di pot yg belum tentu indah ( karna ALLAH belum tentu ridho dg caraNYA). Pilih mana?
Subhanallah.. ALLAH menganugrahkan 2 jalan kepada kita utk cinta ini.. atau mungkin ada jalan yg ketiga? :)
(esp 4 someone.. tx 2 inspiring me..)
Subscribe to:
Posts (Atom)