Sunday, January 2, 2011

Mari Kita Bertemu pada Ujung Jalan Ini

Betulkan, penantian itu akan menghasilkan sesuatu yang dinanti?
Benar juga kan bahwa memang tidak ada upaya sia-sia yang tidak menghasilkan?

Masihkah kamu memungkirinya... padahal waktu ini pun kamu sedang bersiap untuk menikmati segalanya dengan senyuman paling manis yang kamu punya


So many years gone, still I remember
How did I ever let my heart believe
In one who never gave enough to me
(David Foster - The Best Of Me)


Percaya tidak, Saya pun dulu begitu.. Seperti kamu!
Selalu menganggap penantian itu membosankan dan semua upaya akan berbuah kenihilan
Sampai pada suatu saat Dia menegurku dengan cara yang sangat halus.. sangat lembut.. dan sangat menyentuh
Bukankah memang Tuhan sering mengulur pemberian itu menjadi sangat lama untuk melihat kesungguhan kita dalam mengejar pemberian itu? Karena memang pemberian itu terlalu berharga untuk diberikan kepada orang tak berkemauan... seperti kamu dahulu, dan mereka yang tak bersikeras terhadap impian-impiannya..

Beruntungnya kamu lekas tergugah.. bahwa kamu sama berharganya dengan semua impian-impianmu
Bahwa kamu memang sama indahnya dengan imajinasimu tentang masa depanmu
****

Baik, sekarang mari kita tutup semua lembaran itu dan bersiaplah membuka lembaran baru dari setiap episode hidup
Terlalu lama terjebak dalam kubangan masa lalu tidak akan membuat diri menjadi lebih baik
Mengapa tidak kita mencoba berdiri dan berlari mencari-cari pemberian Tuhan yang lain?
Karena, setiap hembusan nafas, selalu ada pemberian.. Setiap asa yang terlahir, adalah bentuk pemberian..
Karena hidup kita tak ubahnya adalah genangan pemberian Tuhan yang mengalir pada setiap hari dan bulan untuk menggenapkan usia kita



 Dengan apa yang kita miliki, dan dengan jalan yang telah kita pilih...
Mari imajinasikan impian kita dan kita temukan keberhargaan diri kita pada kenyataan esok hari, di ujung jalan ini...

You changed my life in a moment
And I'll never be the same again
You changed my life in a moment
And it's hard for me to understand
With the touch of your hand in a moment in time
All my sorrow is gone
(Sarah Geronimo - You Changed My Life In A Moment)

Friday, December 31, 2010

Hari Ini, Esok, dan Esoknya Lagi

 Hari ini...
Sepenuh hatiku bersyukur atas perkenaanNya dalam naunganNya mencari diri di setiap bilangan usia. Atas semua harapan yang telah membuncah dalam fajar yang semakin merekah ke permukaan. Alhamdulillaah...

Esok...
Di mana rahasiaNya akan kembali tersibak secara perlahan. Nyaris berbarengan dengan desis syukur di bibir ini.. yang semoga tak pernah kelu untuk itu, selalu.

Esoknya Lagi...
Pada semua ketidakpastian itu kemudian menjadi pasti dan layak untuk diyakini. Bersama orang-orang terkasih merajut sulaman hidup yang tak kan pernah terputus. Untuk diri ini dan diri yang lain lagi. Karna memang tak selamanya kita hidup untuk diri dan hati kita sendiri saja.


Sungguh luar biasa sekali ini, Tuhan... Pada setiap kesempatan yang Kau berikan, detakannya selalu sama. Getarannya selalu mirip. Hembusannya tak pernah berkurang. Terima kasih untuk nikmat yang tak kunjung putus. Semoga selalu seperti ini. Dan Aku tak pernah kehilangan cara untuk bersyukur... Karna nikmatMu selalu berwujud indah dan menentramkan....

Tuesday, October 5, 2010

Ini namanya Rindu, Benarkah Demikian...?

Bahagianya...
Kembali ke tanah basah tempat kaki-kaki kecilku pernah mencetak tapaknya pada memori yang sudah lewat
Riang sekali... Menghitung lumut yang terserak pada dinding-dinding batu yang telah usang
Menghabiskan masa kecil tanpa sisa senang yang terlewatkan
Hingga pada suatu sore Aku melihatmu, yang menginspirasi hidupku sebelum masa dewasaku hadir
 

Sebetulnya Aku tidak ingin kembali lagi ke sini
Karena hanya akan mengembalikan getaran adrenalinku saat membayangkan manisnya perhatianmu dulu
Saat dulu.. Kanak-kanak kita menghabiskan sore bersama
Denganmu dan yang lain juga...

Melihat ujung hijau beradu harmoni dengan birunya langit fajar
Seolah Aku hendak kembali mengetuk pintu rumahmu
Untuk kemudian membiarkan hatiku jatuh cinta lagi
Bermain cinta monyet seperti belasan tahun yang lalu... Bersamamu...


Sayangnya...
Maksud kedatanganku kali ini bukan untuk itu
Bukan, sama sekali bukan untuk itu
Karena, bagaimanapun Aku sadar bahwa semua sudah berbeda
Kita terpisah terlalu lama melewati ribuan petang yang semakin sirna
Rasa yang dulu sempat meramaikan masa kecil kita pun sudah terhapus oleh maraknya cita-cita yang menyesaki impian kita..

Saat kumelihatmu dalam balutan kedewasaan...
Ada yang masih mendesir di sini, dalam hati kecil ini..
Bahwa ternyata kau sudah tumbuh dengan amat baiknya melewati masa kritis remajamu
Kau hebat tapi semua sudah lewat
Tapi Aku yakin Aku bukannya pulang terlambat.... Bukannya pulang terlambat...

Begitulah skenarioNya..
Yang mempertemukan dan memisahkan kita untuk tujuan mulia
Maka, ijinkanlah Aku melihatmu lagi sekarang, sesaat sebelum janji suci itu kau lafalkan, untuknya...

Kamu...

Kamu... Ya Kamu!
Bisakah kamu berhenti mengeluh dan memulai untuk bersyukur?
Saya hanya ingin mendengar ungkapan kebahagiaanmu yang dulu sering kamu lantunkan.
Saat ayahmu membelikan hadiah termanis saat kelulusanmu
Atau ketika ibumu merestui hubunganmu dengan calon pendamping hidupmu...

Kamu... Ya betul, itu kamu!
Yang dulu selalu tidak punya alasan untuk menangis dan bersedih.
Bahkan dulu kamu sempat kuanggap sebagai makhluk Tuhan paling tegar yang pernah Dia ciptakan.
Banyak sekali polahmu yang kuamati dalam diamku.
Karena Aku benar-benar kagum atas segala keceriaanmu!

Kamu...
Yang selalu menguasai ranah kekagumanku, yang menjelajah penuh arah ambisiku..
Karena Aku ingin seperti kamu. Ingin seperti kamu!
Sosok manusia yang selalu punya ruang pribadi di sepertiga malammu..
Yang selalu mampu menciptakan keintiman luar biasa saat merayu Tuhan..




Kamu...
Apakah Kamu memang sedang kehilangan dirimu untuk saat ini?
Di kala Aku sering mendapati sajadah tak bertuan lagi saat malam hampir habis.
Atau lipatan mushaf yang belum juga beralih halaman dari minggu ke minggunya.

Kamu.. Kenapa?
Aku rindu Kamu yang dulu!

Tuesday, August 17, 2010

Susahnya Jadi Wanita Cantik......


 It's late in the evening; she's wondering what clothes to wear.
She puts on her make-up and brushes her long blonde hair.
And then she asks me, "  Do I look all right?"
And I say, "Yes, you look wonderful tonight."
Eric Clapton-Wonderful Tonight

Cantik, setiap wanita pasti ingin mendengarnya. Karena satu kata inilah yang membuat wanita tetap merasa eksis dan "ada" sebagai wanita. Tidakkah kau menyadarinya?
**********
Menurut pengamatan Saya, sudah tidak ada wanita buruk rupa di zaman ini. Semua wanita sudah berusaha tampil optimal untuk terlihat cantik. Melihat wanita di pinggir Mall sampe di pinggir mesjid, rasa-rasanya memang wanita adalah makhuk paling indah yang Allah pernah ciptakan (menurut opini perempuan nih ;p). Atau mungkin saat para kaum hawa mulai mematut dirinya di depan cermin... tak ada lain kecuali kekaguman atas dirinya sendiri. Herannya, parameter cantik bagi tiap manusia itu semakin hari semakin kabur alias ga jelas.
I am beautiful no matter what they say
Words can’t bring me down
I am beautiful in every single way
Yes, words can’t bring me down
So don’t you bring me down today
Christina Aguilera - Beautiful


Secara umum, mungkin yang beredar di masyarakat, untuk dapat dikatakan cantik, seorang wanita harus berkulit putih. Entah faham darimana dan menganut aliran apa, pokoknya harus putih. Padahal buat Saya, wanita berkulit hitam malah tampak lebih manis dan "Indonesia" banget (mgkn ini pembelaan atas warna kulit Saya sendiri, hehe). Dan akhirnya dengan anggapan yang sudah dibenarkan dalam masyarakat ini, semua wanita berlomba-lomba memutihkan kulitnya. Dari yang hanya bermodalkan lotion murah tiga ribu perak sampe serum pemutih yang harus disuntikkan dan bernilai jutaan serta harus berkali-kali pula. Cantik kok repot...

Wajah, kebanyakan dari kita (termasuk Saya) sangat membenci makhluk kecil bernama "jerawat". Di mana pun ia tumbuh, pasti membuat risau. Jelas ini yang mengganggu penampilan prima kita. Dengan jerawat, waktu berdandan kita menjadi lebih lama karena harus menyamarkannya dalam liquid foundation dan creamy foundation (padahal ga semua merk ada produk ini). Untunglah teknologi sekarang sudah canggih. Jerawat tidak lagi dicungkil-cungkil dapat menyababkan bekasnya lebih buruk dari jerawatnya. Pasrahkan saja perawatan wajah pada ahlinya. Semua beres. Lagi-lagi cantik pun harus mahal...

Tubuh, banyak wanita mengeluhkan berat badannya. Entah mulanya darimana ada standar langsing itu lebih baik daripada tidak langsing. Dan itulah menyebabkan menjamurnya iklan teh hijau dan susu bebas lemak di tivi. Propaganda untuk menjadikan wanita Indonesia langsing-langsing mulai bertebaran. Padahal Saya suka melihat wanita -cenderung- dengan berat badan sedikit berlebih (sudah lama ingin begini....:|). Sepertinya semua asupan yang dikonsumsi ada hasilnya dan dapat dipertanggungjawabkan. Tapi sekali lagi, penilaian itu seperti sudah distandardisasi bahwa wanita cantik ya harus langsing. Maka, cantik itu sekali lagi menjadi hal yang sulit dicapai...

Lantas,kalo sekarang Saya adalah seorang wanita gemuk, pendek, hitam, dan penuh jerawat... apakah ada yang masih mengatakan Saya cantik?


What a girl wants, what a girl needs
Whatever makes me happy and sets you free.
And I'm thanking you for knowing exactly.
Christina Aguilera - What A Girl Wants