Monday, April 30, 2012

Ruang Sempit Itu, Bernama Hati....






A empty heart is like an empty life 
I said a empty heart is like a empty life
Well, it makes you feel like you wanna cry
Like you wanna cry
Like you wanna cry
 (Empty Heart – The Rolling Stones)






Semakin hari semakin terasa menyesakkan,
Serasa tak dapat melihat manusia lain memiliki apa yang tidak kupunya, seolah menderita akibat manusia lain mendapatkan apa yang sudah lama aku inginkan namun belum kudapatkan..

Semakin hari semakin terasa menyedihkan,
Jika ruang sempit ini sudah semakin sempit, maka bahagia tak mungkin lagi dapat berhimpit, hidup pun terasa serba sulit, sampai kehabisan suara untuk lagi menjerit..


My heart starts to feel like stone,
All around is silver and gold,
And my heart never heals,
My heart only feels like stone
(Heart Like Stone – Greyson Chance)


Menyedihkan bukan?
Jika sampai pada suatu masa di mana hati tidak lagi punya ruang.. tak punya jarak.. untuk sekedar berbahagia.. untuk sekedar mengucap syukur dengan amat lirih..

Hilang sudah nuansanya.. nuansa kesyukuran seorang hamba pada realita yang sedang tiba di hidupnya.. Lantas.. jika sudah sedemikian aku kufur nikmat begitu, Akan diperlakukan seperti apakah aku oleh Tuhanku...? 
Allahu’alam bishowab

Sunday, July 17, 2011

(Bukan) Cinta Setengah Hati



I can make it through the rain
I can stand up once again
On my own and I know
That I’m strong enough to mend
And every time I feel afraid
I hold tighter to my faith
And I live one more day
And I make it through the rain
(Through The Rain-Mariah Carey)






 
Berusahaku memang ingin selalu mengiyakan setiap maumu
Kehendakku pun ingin selalu ada untukmu
Niatku ingin selalu memberi sebelum mintamu

Dan nyatanya aku tak bisa selalu menjadi penawar dahagamu
aku tak bisa selalu memenuhi segala inginmu
karena aku yang masih menyisakan sedikit hatiku untuk yang lain selain kamu

Aku masih menyediakan sedikit ruang hatiku untuk ambisiku
Aku mungkin masih harus banyak mempelajari hatimu
Bahkan untuk mencintaimu dengan lebih layak daripada ini aku pun belum mampu

Be the man that’s mine
I always try to find the love that never goes away
Tell me we will always be together
Make us stay in love this way forever
Be the heart I know will be
The one that beats for me
Wherever you may be
Always be with me, be the man
(Be The Man-Celline Dion)


Maafkan aku...
Aku tak pernah meminta pembenaran atas apa yang telah kulakukan
Aku juga tak bermaksud mengurangi hakmu atasku
Tapi ijinkanlah aku untuk terus belajar mengurangi cinta pada diriku sendiri
Dan kemudian menitipkan hati ini sepenuhnya padamu, murni karena Dia saja

Satu yang pasti..
Aku tak pernah mencintaimu setengah hati, Suamiku...
 

 
sekarang atau 50 tahun lagi
ku masih akan tetap mencintaimu
tak ada bedanya rasa cintaku
masih sama seperti pertama bertemu

(50 Tahun Lagi-Warna)

Monday, January 3, 2011

Menjadi Makhluk Mayoritas

Nikmatnya menjadi makhluk mayoritas..
Mudah memulai pembahasan dengan kasus perselingkuhan dan perceraian
Tak begitu sulit mencari kambing hitam saat menjadi terdakwa atas tuduhan yang memang benar-benar dilakukan
Mudah mendendam, mudah melabrak, mudah mengghibah...

Begitukah saya?

Membalas setiap perbuatan orang lain yang tidak Saya inginkan terhadap Saya
Menjadi motor penggerak menjelek-jelekkan tetangga baru yang berkostum keArab-Araban seperti teroris
Mencibir pada ustadz kampung sebelah yang mencoba beristri lebih dari satu
Memandang sinis pada orang-orang yang memusuhi Saya...
Mungkin Itu adalah Saya

Yang hormat setengah mati pada manusia bertitel atasan
Yang merunduk serendah-rendahnya pada para pejabat bermental minus
Yang rela berjejal-jejal di dalam stadion saat adzan magrib berkumandang
Yang teramat cerdas mengeksposisi kehidupan pribadi orang lain lalu berpendapat selayaknya seorang ahli
Nikmatnya...
Menjadi seseorang seperti banyaknya orang-orang kebanyakan
Menjadi pribadi mayoritas seperti mayoritas orang-orang
Tak pernah kehabisan ide untuk berbicara, namun selalu kesulitan saat bermawas
Dan semoga Saya tidak mati dalam keadaan masih menjadi makhluk mayoritas.....


karna surgaNya terlalu sempit untuk dimasuki mayoritas manusia di muka bumi ini..

Allahu'alam bishowab

Sunday, January 2, 2011

Mari Kita Bertemu pada Ujung Jalan Ini

Betulkan, penantian itu akan menghasilkan sesuatu yang dinanti?
Benar juga kan bahwa memang tidak ada upaya sia-sia yang tidak menghasilkan?

Masihkah kamu memungkirinya... padahal waktu ini pun kamu sedang bersiap untuk menikmati segalanya dengan senyuman paling manis yang kamu punya


So many years gone, still I remember
How did I ever let my heart believe
In one who never gave enough to me
(David Foster - The Best Of Me)


Percaya tidak, Saya pun dulu begitu.. Seperti kamu!
Selalu menganggap penantian itu membosankan dan semua upaya akan berbuah kenihilan
Sampai pada suatu saat Dia menegurku dengan cara yang sangat halus.. sangat lembut.. dan sangat menyentuh
Bukankah memang Tuhan sering mengulur pemberian itu menjadi sangat lama untuk melihat kesungguhan kita dalam mengejar pemberian itu? Karena memang pemberian itu terlalu berharga untuk diberikan kepada orang tak berkemauan... seperti kamu dahulu, dan mereka yang tak bersikeras terhadap impian-impiannya..

Beruntungnya kamu lekas tergugah.. bahwa kamu sama berharganya dengan semua impian-impianmu
Bahwa kamu memang sama indahnya dengan imajinasimu tentang masa depanmu
****

Baik, sekarang mari kita tutup semua lembaran itu dan bersiaplah membuka lembaran baru dari setiap episode hidup
Terlalu lama terjebak dalam kubangan masa lalu tidak akan membuat diri menjadi lebih baik
Mengapa tidak kita mencoba berdiri dan berlari mencari-cari pemberian Tuhan yang lain?
Karena, setiap hembusan nafas, selalu ada pemberian.. Setiap asa yang terlahir, adalah bentuk pemberian..
Karena hidup kita tak ubahnya adalah genangan pemberian Tuhan yang mengalir pada setiap hari dan bulan untuk menggenapkan usia kita



 Dengan apa yang kita miliki, dan dengan jalan yang telah kita pilih...
Mari imajinasikan impian kita dan kita temukan keberhargaan diri kita pada kenyataan esok hari, di ujung jalan ini...

You changed my life in a moment
And I'll never be the same again
You changed my life in a moment
And it's hard for me to understand
With the touch of your hand in a moment in time
All my sorrow is gone
(Sarah Geronimo - You Changed My Life In A Moment)

Friday, December 31, 2010

Hari Ini, Esok, dan Esoknya Lagi

 Hari ini...
Sepenuh hatiku bersyukur atas perkenaanNya dalam naunganNya mencari diri di setiap bilangan usia. Atas semua harapan yang telah membuncah dalam fajar yang semakin merekah ke permukaan. Alhamdulillaah...

Esok...
Di mana rahasiaNya akan kembali tersibak secara perlahan. Nyaris berbarengan dengan desis syukur di bibir ini.. yang semoga tak pernah kelu untuk itu, selalu.

Esoknya Lagi...
Pada semua ketidakpastian itu kemudian menjadi pasti dan layak untuk diyakini. Bersama orang-orang terkasih merajut sulaman hidup yang tak kan pernah terputus. Untuk diri ini dan diri yang lain lagi. Karna memang tak selamanya kita hidup untuk diri dan hati kita sendiri saja.


Sungguh luar biasa sekali ini, Tuhan... Pada setiap kesempatan yang Kau berikan, detakannya selalu sama. Getarannya selalu mirip. Hembusannya tak pernah berkurang. Terima kasih untuk nikmat yang tak kunjung putus. Semoga selalu seperti ini. Dan Aku tak pernah kehilangan cara untuk bersyukur... Karna nikmatMu selalu berwujud indah dan menentramkan....