Saturday, October 3, 2009

Ketika Senyum...

Ketika Senyum ini dapat menyembunyikan segalanya
Di antara ruang bahagia yang semakin lama semakin sempit
Maka keindahan itu semakin lama kan enggan memunculkan diri ke permukaan
Dalam raut pucat pasi setia menunggu ajal menghampiri

Ketika Senyum ini dapat menjadi penawar kegetiran
Meski hancur tercabik tangan-tangan pembunuh berdarah dingin
Maka semua akan terlihat baik-baik saja
dan samar pada kepedihannya

Akankah senyum hanya bernilai semurah itu?
Paling tidak untuk kali ini ya..
Saat bersahabat dengan keletihan dalam tidur panjang ini.. IRONIS!

No comments:

Post a Comment